LPM IAIN Takengon Selesaikan Monitoring dan Evaluasi Ketersediaan Perangkat Perkuliahan Semester Genap T.A. 2024-2025

LPM IAIN Takengon Selesaikan Monitoring dan Evaluasi Ketersediaan Perangkat Perkuliahan Semester Genap T.A. 2024-2025

TAKENGON – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Takengon telah berhasil menyelesaikan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan perangkat perkuliahan untuk semester Genap Tahun Akademik 2024-2025. Kegiatan yang berlangsung dari April hingga Juni 2025 ini bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di institusi.

Evaluasi ini melibatkan tiga Unit Pengelola Program Studi (UPPS) utama, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah Dakwah Ushuluddin, dan Pascasarjana, dengan total 17 program studi yang terdiri dari 15 program studi Sarjana dan 2 program studi Magister. Metodologi yang diterapkan dalam evaluasi ini adalah pendekatan kuantitatif, yang menekankan pada pengukuran objektif terhadap ketersediaan Kontrak Perkuliahan, Silabus, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan Rancangan Tugas Mahasiswa (RTM) di seluruh IAIN Takengon.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa IAIN Takengon menyelenggarakan 550 mata kuliah dengan persentase kelengkapan perangkat perkuliahan yang bervariasi. Kontrak kuliah tercatat sebesar 60,36%, silabus 63,27%, RPS 50,55%, dan RTM 62,36%. Dari total mata kuliah yang diperiksa, hanya 50,55% yang dinyatakan lengkap, sementara 49,45% tidak memenuhi syarat kelengkapan. Hal ini menandakan adanya tantangan dalam mencapai standar mutu akademik yang diharapkan.

Fakultas Tarbiyah, yang menyelenggarakan 287 mata kuliah, menunjukkan persentase kelengkapan perangkat perkuliahan yang bervariasi, dengan kontrak kuliah sebesar 62,37%, silabus 67,25%, RPS 54,01%, dan RTM 66,20%. Meskipun terdapat upaya yang baik, sekitar 54,01% dari total mata kuliah dinyatakan lengkap, sedangkan 45,99% tidak lengkap, menunjukkan perlunya perbaikan dalam penyusunan RPS dan pelatihan bagi dosen.

Fakultas Syariah, Dakwah, dan Ushuluddin, yang menyelenggarakan 234 mata kuliah, mencatat tingkat kelengkapan perangkat perkuliahan yang relatif rendah, dengan kontrak kuliah sebesar 58,55%, silabus 59,40%, RPS 46,58%, dan RTM 58,55%. Hanya 46,58% dari total mata kuliah yang lengkap, menandakan tantangan signifikan dalam memenuhi standar mutu akademik.

Sementara itu, Pascasarjana, yang menyelenggarakan 29 mata kuliah, mencatat persentase kelengkapan perangkat perkuliahan yang sangat rendah, dengan kontrak kuliah dan silabus masing-masing hanya 42,11%, RPS 36,48%, dan RTM 42,11%. Hanya 35,48% dari total mata kuliah yang dinyatakan lengkap, menunjukkan tantangan besar dalam memenuhi standar mutu akademik.

Evaluasi ini memberikan rekomendasi konstruktif untuk perbaikan di masa mendatang, guna memastikan setiap mata kuliah dilengkapi dengan perangkat perkuliahan yang lengkap dan sesuai standar. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat mendukung visi dan misi IAIN Takengon dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas dan relevan bagi mahasiswa.