LPM IAIN Takengon Matangkan Implementasi Kurikulum OBE dan Finalisasi Distribusi Mata Kuliah

LPM IAIN Takengon Matangkan Implementasi Kurikulum OBE dan Finalisasi Distribusi Mata Kuliah

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Takengon mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada Senin, 7 Juli 2025, bertempat di ruang LPM. Pertemuan ini membahas secara mendalam penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) serta finalisasi distribusi mata kuliah di tingkat institusi, fakultas, dan program studi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerjasama, para Dekan dan Wakil Dekan I dari Fakultas Tarbiyah serta Fakultas Syariah, Dakwah, dan Ushuluddin, bersama tim LPM.

FGD ini telah menyepakati kerangka pembagian kurikulum pada program sarjana, yakni 15% mata kuliah institusi, 15% mata kuliah fakultas, dan 70% mata kuliah program studi. Hal ini merujuk pada ketentuan minimal beban studi 144 SKS sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023.

Dalam forum ini, LPM menegaskan pentingnya seluruh Rencana Pembelajaran Semester (RPS) disusun berdasarkan prinsip OBE sebagai bentuk komitmen terhadap mutu pendidikan dan akreditasi unggul. Mata kuliah institusi telah difinalisasi sebanyak 10 mata kuliah wajib dengan total 20 SKS, yang akan diterapkan di seluruh program studi. Sementara itu, masing-masing fakultas juga telah menetapkan mata kuliah fakultas wajib, termasuk skema pelaksanaan PPL dan KKN yang fleksibel sesuai kebutuhan prodi dan mahasiswa.

Selain itu, LPM bersama fakultas juga menyepakati sistem penomoran kode mata kuliah berdasarkan tahun kurikulum, jenis mata kuliah, dan urutan konten. Format ini akan diimplementasikan secara seragam untuk memudahkan integrasi dalam sistem informasi akademik.

Pembahasan turut mencakup penyempurnaan skema konversi nilai mahasiswa, usulan penyelenggaraan semester pendek, serta penguatan mekanisme pengawasan jurnal perkuliahan. Dalam hal ini, peran Pembimbing Akademik (PA) dan Ketua Program Studi (Kaprodi) juga diperkuat dalam monitoring capaian IPK mahasiswa agar tidak di bawah batas minimal 2,75.

Ketua LPM, Dr. Edy Saputra, M.Pd., menegaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan akreditasi, tetapi juga untuk menjamin keberlanjutan mutu pendidikan tinggi di IAIN Takengon. Dengan sinergi lintas fakultas, LPM optimis bahwa implementasi kurikulum baru akan berjalan efektif mulai tahun akademik 2025/2026.